KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT,
yang tiada pernah terputus rahmat dan karunia-Nya. Sholawat serta salam
teruntuk baginda yang kami rindukAN yang telah membawa kita dari kehidupan yang
gelap menuju cahaya yang terang benderang siapa lagi kalau bukan Nabi dan Rasul
kita Muhamad SAW. Kepada keluarganya, para sahabatnya dan sampailah pada kita
sebagai pengikutnya.
Penulis ucapkan banyak terima
kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan Modul yang
berjudul “Bekerja Sama dengan Kolega dan Pelanggan.” Penulis yakin dalam
penyusunannya, masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki. Karena itu penulis
memohon saran dan kritik dari pembaca agar penulis dapat memperbaharuinya
dikemudian hari.
Mohon maaf jika dalam penyusunan
Modul ini terdapat banyak sekali kesalahan. Mohon bimbingan dan petunjuk dari
para pembaca. Akhir kata sebelum dan sesudahnya penulis ucapkan terima kasih.
Wassalamu’alaikumwarahmatullahiwabarakatuh
Cirebon, Oktober 2011
Penulis
|
DAFTAR ISI
Halaman
SEMESTER 1
SEMESTER 2
MODUL 1
BERKOMUNIKASI DI TEMPAT KERJA
A.
Pengertian Komunikasi
Pengertian komunikasi menurut beberapa
ahli:
1.
Mc. Farland, komunikasi adalah proses
interaksi atau hubungan saling pengertian satu sama lain antara manusia
2.
Keith Davis, komunikasi adalah proses
jalur informasi dan pengertian dari seseorang ke orang lain
3.
Dr.Phil Astrid Susanto: proses
pengoperasian lambang-lambang yang mengandung arti
4.
KBBI, adalah pengiriman dan penerimaan
pesan atau berita antara dua orang atau lebih, sehingga pesan yang dimaksud
dapat dipahami. dapat pula berarti hubungan atau kontak
5.
Ensiklopedi administrasi, adalah suatu
proses penyampaian ide dari sumber berita ke suatu tempat tujuan
6.
Kamus administrasi perkantoran, adalah
penyampaian warta yang mengandung bermacam-macam keterangan dari seseorang
kepada orang lain
B.
Unsur-Unsur Komunikasi
1.
Komunikator: orang yang menyampaikan
pesan
2.
Komunikan: orang yang menerima ide,
pesan, pernyataan, dll
3.
Pesan: ide atau keinginan dari
komunikator yang didukung oleh lambang
4.
Media: sarana atau saluran yang
menunjang pesan
5.
Efek atau feedback tanggapan dari
pihak komunikan terhadap pesan yang disampaikan oleh komunikator
jenis-jenis
feedback:
a.
zero feedback (pesan tidak dimengerti
oleh komunikan)
b.
positive feedback (pesan dimengerti
oleh komunikan)
c.
neutral feedback (respon yang tidak
memihak/tidak mendukung ataupun menentang)
d.
negative feedback (respon yang
bersifat merugikan atau menyudutkan komunikator
C.
Proses Komunikasi
|
Encode
|
|
Pesan/Informasi
|
|
Media
|
|
Decode
|
|
Komunikator
|
|
Hambatan
|
|
Komunikan
|
|
Tanggapan
(Feedback)
|
Langkah-langkah
proses komunikasi:
1.
komunikator memiliki gagasan atau
pesan/informasi yang ingin disampaikan kepada komunikan
2.
komunikator membuat/menyusun
sandi-sandi (encoding) untuk menyatakan maksud dalam bentuk kata-kata ataupun
lambang
3.
perkataan dan lambang-lambang (pesan)
disalurkan melalui media
4.
komunikan menguraikan/menafsirkan
pesan yang dikirimkan oleh komunikator
5.
komunikan memberi tanggapan
Menurut
arah prosesnya, komunikasi dapat dibedakan sebagai berikut;
a.
Komunikasi satu arah (one way
communication)
komunikasi
yang hanya sepihak, komunikator tidak memberi kesempatan kepada komunikan untuk
memberi respon.
keuntungan:
·
lebih cepat dan efisien
·
dalam hal tertentu memberi kepuasan
kepada komunikator, karena komunikan tidak mempunyai kesempatan
·
dapat menjaga wibawa komunikator
(pimpinan), karena komunikan tidak dapat mengetahui secara langsung atau
menilai kesalahan dan kelemahan komunikator
kelemahan:
·
tidak memberi kepuasan kepada
komunikan
·
memberikan kesan otoriter
·
dapat menimbulkan kesalahpahaman dan
ketidakjelasan
b.
komunikasi dua arah (two ways
communication)
Berlangsung
antara dua pihak antara komunikator dan komunikan baik secara vertikal,
horisontal dan diagonal.
1)
komunikasi vertikal, berlangsung dalam
perusahaan antar atasan dan bawahan
2)
komunikasi horizontal, berlangsung
pada komunikator dan komunikan yang mempunyai tingkat, kedudukan, dan wewenang
yang sama.
3)
komunikasi diagonal, berlangsung
antara komunikator dan komunikan yang tingkat, kedudukan dan wewenang yang
berbeda.
keuntungan:
·
ada dialog
·
informasi lebih jelas, akurat dan
tepat
·
memunculkan rasa kekeluargaan,
keakraban dan iklim demokratis
·
menghindari kesalahpahaman
kelemahan:
·
informasi lebih lambat sehingga kurang
efisien
·
keputusan tidak dapat diambil dengan
cepat
·
memberikan kesempatan kepada komunikan
untuk bersikap menyerang, sehingga suasana kerja menjadi kurang kondusif
·
memberikan kemungkinan timbulnya
berbagai macam masalah yang tidak ada relevansinya dengan masalah yang
sebenarnya
c.
komunikasi ke segala arah
berlangsung
dari beberapa komunikator dan komunikan yang saling berinteraksi. contoh :
diskusi
D.
Lambang Komunikasi
Menurut
KBBI, lambang adalah sesuatu seperti tanda (lukisan, perkataan, lencana, dan
sebagainya)
Jenis-jenis
lambang:
a.
Lambang gerak: menggunakan gerakan
anggota badan.
b.
Lambang suara: menggunakan
pendengaran. Contoh: suara sirine, tv, lonceng, berteriak, dll
c.
Lambang warna: lampu lalu lintas,
d.
Lambang gambar: rambu-rambu lalu
lintas, iklan majalah, surat kabar
e.
Lambang bahasa: bahasa yang diucapkan.
Contoh: nada lagu, irama, aksen
f.
Lambang huruf: huruf-huruf abjad,
aksara jawa, dll
g.
Lambang angka: alat-alat hitung, kode
telepon rumah
E.
Media Komunikasi
1.
Pengertian Media Komunikasi
adalah
sarana atau alat yang digunakan untuk mempermudah proses penyampaian
warta/pesan/informasi dari komunikator kepada komunikan.
2.
Fungsi Media Komunikasi
a.
menumbuhkan motivasi bagi para komunikan
b.
menumbuhkan daya tarik pesan/
informasi yang disampaikan
c.
mempercepat waktu
d.
menjelaskan isi dan maksud
e.
membuat isi pesan atau informasi lebih
nyata
f.
sebagai media hiburan dan pendidikan
bagi komunikan
3.
Jenis-Jenis Media Komunikasi
a.
Audial (pendengaran): radio, tape
recorder, telepon, dll
Keuntungan:
-
Alatnya sangat sederhana
-
Mudah dibuat dan dipergunakan
-
Harganya relatif murah
-
Dapat membangkitkan fantasi
pendengarnya
Kelemahan:
-
Sulit dikontrol
-
Kualitas suara cenderung menurun
-
Apabila ada kesalahan, harus membuat
naskah yang baru
-
Tidak dapat diperkenalkan hal-hal yang
visual
b.
Visual (penglihatan): surat, poster,
OHP, dll
Keuntungan:
-
Menghemat tenaga
-
Menghemat waktu
-
Pembuatan dan penggunaanya lebih mudah
-
Biaya pembuatannya relatif murah
-
Informasi yang disampaikan lebih jelas
Kelemahan:
-
Biasanya menimbulkan rasa bosan
-
Menimbulkan gangguan-gangguan yang
tidak diinginkan
-
Perlu waktu yang cukup lama guna
menafsirkan pengertiannya
c.
Audio – visual (pendengaran dan
penglihatan): TV, Video, film, sinetron, dll
Keuntungan:
-
Tidak membosankan
-
Informasi lebih jelas dan cepat
dimengerti
-
Informasi dapat diterima sesuai dengan
kenyataan
-
Hasilnya dapat dimengerti yang
sebenarnya
Kelemahan:
-
Kejelasan suaranya kadang-kadang
kurang
-
Memakan tempat yang luas
-
Biayanya relatif mahal
-
Perlu waktu di dalam persiapan
F.
Asas-Asas Komunikasi
Ada
empat asas menurut Geoffrey Mills dan Oliver Standingfird:
1.
Komunikasi berlangsung antara pikiran
seseorang dengan pikiran orang lain
2.
orang hanya bisa mengerti sesuatu hal
hanya dengan menghubungkannya dengan sesuatu yang telah di mengerti
3.
orang yang tidak mengerti ketika
menerima pesan/informasi mempunyai kewajiban untuk meminta penjelasan
G.
Tata Hubungan Komunikasi
1.
Pengertian
Menurut
beberapa ahli:
a.
Charles E. Redfield, adalah suatu
bentuk komunikasi sosial atau antarmanusia dimana terdapat lima unsur yang
meliputi pemberi warna,
b.
William G. Scott, adalah suatu proses
yang mencakup penyampaian dan penyalinan yang cermat dari ide-ide dengan maksud
untuk menimbulkan tindakan-tindakan guna mencapai tujuan organisasi secara
efektif
kesimpulan,
tata hubungan komunikasi merupakan suatu rangkaian prose penyampaian warta dari
seseorang kepada orang lain dalam rangka usaha kerja sama untuk mencapai tujuan
yang diinginkan.
2.
Syarat-Syarat agar tata hubungan
berjalan baik:
1.
sinkronisasi tujuan organisasi
2.
suasana kerja yang kondusif
dapat tercipta
melalui:
a.
hubungan kerja yang harmonis
b.
pekerjaan yang menarik, penuh
tantangan dan tidak monoton
c.
lingkungan kerja yang nyaman
d.
perlakuan yang adil
3.
penghargaan sebagai manusia
4.
pengembangan kemampuan (melalui
pelatihan, pendidikan, kursus-kursus maupun on the job training)
5.
bekerja pada tempatnya (the right man
on the right place)
6.
pekerjaan yang menarik dan penuh
tantangan
7.
pengakuan dan penghargaan atas
pelaksanaan tugas
H.
Jenis-Jenis Komunikasi
1.
Menurut lawan bicara
a.
komunikasi pribadi: komunikasi yang
terjadi antara seseorang dengan orang lain
b.
komunikasi umum:
1)
komunikasi satu lawan banyak
2)
Komunikasi banyak lawan satu
3)
komunikasi banyak lawan banyak
2.
Komunikasi menurut jumlah
a.
komunikasi perorangan (pribadi)
b.
komunikasi kelompok
3.
Komunikasi menurut cara penyampaiannya
a.
komunikasi lisan: wawancara, diskusi,
dll
b.
komunikasi tertulis: surat, gambar,
laporan, dll
4.
komunikasi menurut maksud
a.
memberi perintah/instruksi
b.
memberi nasihat
c.
memberi saran
d.
berpidato
e.
mengajar atau memberi ceramah
|
f.
bermusyawarah (rapat)
g.
berunding
h.
pertemuan
i.
berwawancara
|
5.
komunikasi menurut jalur komunikasi
a.
komunikasi langsung (tatap muka)
b.
komunikasi tidak langsung (bermedia)
6.
Komunikasi menurut ruang lingkup/Luas komunikasi
a.
komunikasi di dalam (internal)
b.
komunikasi ke luar (eksternal)
7.
Komunikasi menurut kedinasan
a.
komunikasi formal
ciri-ciri:
·
dilakukan dalam waktu dan tempat
tertentu
·
ada prosedur (tata cara tertentu)
·
ada hierarki tertentu (berjenjang)
·
objek pembicaraannya mengenai masalah
organisasi
·
lebih banyak diwujudkan dalam bentuk
tertulis
b.
komunikasi informal
ciri-ciri:
·
waktu dan tempat tidak tertentu
·
tidak ada prosedur yang mengikat
·
tidak ada hierarki yang menjadi
penghalang
·
objek pembicaraanya tidak tentu
·
wujudnya dalam bentuk lisan dan
tertulis
I.
Faktor-Faktor Komunikasi
1.
Faktor penunjang keberhasilan
komunikasi
a.
dilihat dari sisi komunikator
1)
kecakapan
2)
sikap komunikator
3)
pengetahuan komunikator
4)
keadaan fisik komunikator
5)
sistem sosial
b.
dilihat dari sudut komunikan
1)
kecakapan komunikan
2)
sikap komunikan
3)
pengetahuan komunikan
4)
keadaan fisik komunikan
5)
sistem sosial
Menurut
Scott M. Cultip dan Allen, dalam buku Effective Public Relations, faktor agar
komunikasi berlangsung efektif dikenal dengan sebutan The Seven C’Commnunications,
isinya sebagai berikut:
1)
Credibility (rasa saling percaya)
2)
Context (pertalian)
3)
Content (kepuasan)
kepuasan ketika
komunikator dapat menyampaikan pesan kepada komunikan
4)
Clarity (kejelasan)
5)
Continuity and consistency
(kesinambungan dan konsistensi)
6)
Capability of audience (kemampuan
pihak penerima)
7)
Channels of distribution (saluran
pengiriman berita)
2.
Faktor penghambat komunikasi
a.
kurangnya kecakapan
b.
sikap yang kurang tepat
c.
kurangnya pengetahuan
d.
kurang memahami sistem sosial
e.
prasangka yang tidak beralasan
f.
kesalahan bahasa/semantik
g.
jarak fisik
h.
indera yang rusak
i.
verbalistis
j.
komunikasi satu arah
J.
Teknik Berbicara
1.
Prinsip-prinsip teknik berbicara
a.
Prinsip motivasi
Adalah prinsip
memberi dorongan untuk membangkitkan minat bicara terhadap seseorang, kelompok,
dan umum.
1)
Memberikan dorongan
2)
Menokohkan
3)
Dorongan ingin mengetahui
b.
Prinsip perhatian
Hal-hal yang
dapat menarik perhatian:
1)
Hal-hal yang aneh
2)
Lucu
3)
Sekonyong-konyong terjadi
4)
Mencolok (dominan)
5)
Sesuai dengan kebutuhan
c.
Prinsip keindraan
Berkaitan dengan
alat bantu:
1)
Over Head Projector (OHP)
Adalah proyektor
yang dapat memantulkan tulisan atau gambar ke layar putih, terlebih dahulu
harus ditulis pada transparansi (lembaran yang berwarna bening). Tulisan pada
transparansi sebaiknya berupa:
a)
Ringkasan dari uraian materi
b)
Bagan-bagan
c)
Grafik
d)
Gambar-gambar
e)
Definisi
2)
Film
3)
Tape recorder
d.
Prinsip pengertian
Dalam prinsip ini
hendaknya pembicara memperhatikan:
1)
Uraian dari keseluruhan menuju
bagian-bagian, lalu kembali keseluruhan
2)
Uraian pembicaraan sistematis dan
logis
3)
Membuat ungkapan-ungkapan yang
kongkret
-
Memberikan memo teknik (cara untuk
menghafal)
-
Memberikan contoh
-
Memberikan ilustrasi
-
Memberikan suatu perbandingan
-
Memberikan hal-hal yang berlawanan
2.
Persiapan, Penyajian dan Penutupan
pembicaraan
a)
Persiapan
(1)
Pengetahuan
(2)
Sistematika (urutannya)
(3)
Tujuan
(4)
Tempat dan waktu
b)
Penyajian materi
(1)
Pendahuluan
(a)
Motivasi yang menarik perhatian
(b)
Tujuan
(c)
Ruang lingkup
(2)
Isi pembicaraan
Adalah mengenai
pembahasan masing-masing acara yang telah disebutkan di dalam ruang lingkup penyajian.
Di dalam penyajian hendaknya:
(a)
Jelas
(b)
Menarik
(c)
Lancar
(d)
Tertuju
(e)
dipahami
c)
Penutup pembicaraan
Memuat tentang:
(1)
Ringkasan materi yang dibahas
(2)
Memberikan motivasi kembali kepada
para pendengar/komunikan
(3)
Memberikan harapan, saran-saran,
ajakan dan sebagainya
3.
Estetika berbicara
a.
pakaian
hal-hal yang
harus diperhatikan:
1)
harus serasi dengan bentuk tubuh,
warna kulit,
2)
bersih dan rapi. tidak harus mahal
3)
kelengkapan pakaian. misal: kancing
baju, ikat pinggang, kerah baju, atau dasi
b.
sikap badan
1)
sikap duduk
terlebih dahulu
berdiri di depan kursi, kemudian mundur sedikit ke belakang hingga bagian
belakang kaki menyentuh kursi. selanjunya secara perlahan duduk di kursi.
Hindari duduk terlebih dahulu di depan para komunikan dan sering menengok ke
belakang
2)
sikap berdiri
tegak dan
bertumpu pada kedua kaki
c.
pandangan mata
memberikan
perhatian pada seluruh komunikan. hindari memandang ke satu orang saja atau ke
satu tempat, menundukkan kepala dan membuang muka karena kurang sopan.
d.
gerak-gerik air muka/wajah dan tangan
hendaknya
mengikuti isi pembicaraan, jika sedih, air muka wajahpun menunjukkan sedih
e.
suara dan ucapan
1)
setiap kata jelas dan tegas diucapkan
2)
sampaikan materi dengan tidak monoton
3)
komunikator harus semangat
4)
mempunyai suara yang cukup terdengar
oleh seluruh komunikan
5)
komunikator harus menunjukkan ekspresi
wajah dan tubuh yang sesuai dengan pembicaraan
f.
ketegasan (tidak ragu dalam
menyampaikan materi)
K.
Pendengar Yang Efektif
Ketrampilan
dalam mendengarkan membutuhkan konsentrasi penuh untuk menginterpretasi suatu
berita atau pesan yang disampaikan
1.
Proses mendengarkan yang efektif
a.
Menangkap pesan
b.
Memperhatikan pesan
c.
Memberikan respons/menjawab pesan
2.
Manfaat mendengar yang efektif
a.
Komunikator mempunyai kesempatan unsuk
mengeluarkan ide, gagasan dan perasaannya.
b.
Komunikan merasa lebih dihargai,
diperhatikan, dipahami dan diterima.
c.
Adanya ketegasan, sehingga terhindar
dari kesalahpahaman.
d.
Membangun kecermatan dalam memberikan
tanggapan.
e.
Menghemat waktu bagi komunikan dan
komunikator.
L.
Indikator Konflik dan Solusi
1.
Definisi konflik
Menurut
KBBI, konflik diartikan percekcokan, perselisihan, pertentangan. Sedangkan
Frost dan Wlimot mendefinisikan konflik sebagai suatu perjuangan yang
diekspresikan antara sekurang-kurangnya dua pihak yang saling bergantungan dan
mempunyai persepsi terhadap tujuan-tujuan yang tidak sepadan, imbalan yang
langka, dan gangguan dari pihak lain dalam mencapai tujuan mereka.
2.
Indikator konflik
a.
Rendahnya perhatian anggota pada
organisasinya.
b.
Kurang tegasnya seorang pemimpin.
c.
Meningkatnya ketidaksepakatan antara
anggota organisasi.
d.
Adanya keluh kesah, gerakan-gerakan
kegelisahan, perilaku gagap, ucapan-ucapan yang ketus
e.
Timbulnya perbedaan-perbedaan antar
anggota kelompok dalam mencapai tujuan yang diinginkan.
3.
Cara menghindari terjadinya konflik
·
Masing-masing pihak memiliki pola
pikir yang positif
·
Menumbuhkan saling percaya
·
Mempunyai sikap yang tegas, tanpa
menyinggung perasaan
·
Menghindari faktor-faktor yang dapat
menghambat proses komunikasi
·
Selesaikan permasalahan-permasalahan
saat ini
4.
Solusi untuk menyelesaikan konflik
a.
Menciptakan suasana saling
menguntungkan
b.
Fokus pada masalah yang sebenarnya
c.
Merundingkan solusi yang
terbaik/sama-sama menang (Win win solution)
MODUL 2
MENYEDIAKAN BANTUAN KEPADA PELANGGAN DI DALAM DAN DI LUAR PERUSAHAAN
A. Konsep-konsep Pelayanan Prima
1.
Hakikat dan pengertian pelayanan prima
Pelayanan
prima bertitik tolak pada usaha-usaha yang dilakukan perusahaan untuk melayani
pembeli (pelanggan) dengan sebaik-baiknya.
Beberapa
pengertian pelayanan prima
·
Pelayanan prima adalah pelayanan
terbaik yang diberikan perusahaan untuk memenuhi harapan dan kebutuhan
pelanggan
·
pelayanan prima adalah pelayanan yang
memprioritaskan kepuasan pelanggan
·
Pelayanan prima adalah pelayanan
dengan ramah, tepat, dan cepat kepada pelanggan
·
Pelayanan prima adalah pelayanan yang
membuat pelanggan merasa dipentingkan
·
Pelayanan prima adalah pelayanan yang
menempatkan pelanggan sebagai rekan/partner
Istilah
pelayanan prima dalam dunia bisnis:
·
Service excellence, yaitu layanan istimewa/prima
·
Customer service, yaitu pelayanan
kepada pelanggan
·
Customer care, yaitu peduli pelanggan
atau kepedulian terhadap pelanggan
Contoh-contoh
pelayanan prima:
·
Perbankan memberikan kemudahan bagi
para nasabah untuk melakukan berbagai transaksi perbankan dimanapun. Misalnya
dengan ATM, layanan sms banking dan internet banking, atau kredit pemilikan
rumah/kendaraan (KPR/K)
·
Transportasi menyediakan fasilitas
angkutan orang atau barang yang aman, nyaman, dan cepat serta ongkos yang
relatif murah.
·
Warung/toko menyediakan barang
kebutuhan sehari-hari
·
Rumah sakit menyediakan fasilitas yang
baik dan pelayanan yang cepat.
2.
Tujuan pelayanan prima
a.
Untuk memberikan pelayanan yang
bermutu tinggi
b.
Menimbulkan keputusan dari pihak
pelanggan/konsumen agar segera membeli barang/jasa yang ditawarkan pada saat
itu
c.
Untuk menumbuhkan kepercayaan
pelanggan/konsumen terhadap barang/jasa yang ditawarkan.
d.
Untuk menghindari terjadinya
tuntutan-tuntutan yang tidak perlu dikemudian hari terhadap produsen/penjual
e.
Untuk menciptakan kepercayaan dan
kepuasan pelanggan
f.
Untuk menjaga agar pelanggan/konsumen
merasa diperhatikan segala kebutuhannya
g.
Untuk mempertahankan
pelanggan/konsumen, agar tetap setia menggunakan barang/jasa yang ditawarkan
3.
Fungsi pelayanan prima
a.
Melayani pelanggan dengan ramah, tepat
dan cepat
b.
Menciptakan suasana agar pelanggan
merasa dipentingkan
c.
Menempatkan pelanggan sebagai mitra
usaha
d.
Menciptakan pangsa pasar yang baik
terhadap produk/jasa yang ditawarkan
e.
Memenangkan persaingan pasar
f.
Memuaskan pelanggan, agar mau
berbisnis lagi dengan perusahaan (menjadi pelanggan yang loyal)
g.
Memberikan keuntungan kepada
perusahaan
4.
Konsep dasar pelayanan prima
a.
Pelayanan prima berdasarkan konsep
sikap (attitude)
Sikap yang harus
dimiliki oleh seorang karyawan dalam pelayanan prima:
·
Rasa memiliki (sense of belonging)
terhadap perusahaan
·
Rasa kebanggaan terhadap pekerjaan
·
Loyalitas yang tinggi terhadap
pekerjaan
·
Ingin menjaga martabat dan nama baik
perusahaan
Berikut
ini beberapa pengertian sikap:
·
Sikap merupakan pencerminan perilaku
seseorang yng ada di dalam diri seseorang
·
Sikap merupakan ekspresi suasana hati
seseorang kepada orang lain
·
Sikap merupakan kumpulan perasaan,
keyakinan dan kecenderungan perilaku secara relatif berlangsung lama yang
ditujukan kepada orang, ide, objek atau kelompok orang-orang tertentu.
Berdasarkan
konsep sikap, untuk mewujudkan pelayanan prima kepada pelanggan perlu
memperhatikan:
·
Kemampuan diri
Memiliki wawasan
dan ketrampilan dalam:
-
Berkomunikasi yang baik dengan semua
pihak
-
Mampu memposisikan diri dalam berbagai
situasi
-
Mampu memahami pengetahuan dasar
hubungan interpersonal
-
Mampu menghadapi situasi dan kondisi
dengan kreatif dan inovatif
-
Mampu mengendalikan emosi
·
Penampilan
Penampilan adalah
suatu bentuk citra diri yang terpancar dari diri seseorang dan akan menambah
kepercayaan diri seseorang dalam bersikap.
1)
Pelayanan pelanggan berdasarkan
penampilan serasi
a)
Penampilan serasi dengan berhias
b)
Penampilan serasi dengan busana dan
aksesoris yang baik
Hal-hal yang
perlu diperhatikan dalam pemilihan busana:
·
Sesuaikan dengan waktu atau momen saat
mengenakan busana tersebut
·
Sesuaikan dengan tempat kerja
·
Sesuaikan corak dan warna bahan dengan
warna kulit
·
Sesuaikan model pakaian dengan usia
Hal-hal
yang harus diperhatikan dalam pemakaian aksesoris:
·
Sesuaikan dengan busana yang dikenakan
dan tempat kerja
·
Pilih warna yang serasi, sehingga
memberikan gaya tersendiri dalam penampilan
·
Sesuaikan bentuk dan ukuran aksesoris,
agar mendukung keseluruhan penampilan
·
Perlihatkan fungsi aksesoris yang
sebenarnya, tidak asal pakai saja pada tubuh.
c)
Penampilan serasi dengan kepribadian
dan ekspresi wajah yang baik dan menarik
Kepribadian
adalah sifat dan kebiasaan yang melekat pada diri seseorang. Sifat dan
kebiasaan-kebiasaan ini terbentuk sejak lahir dan dari pengaruh lingkungan.
Selain kepribadian harus menunjukkan ekspresi wajah yang menarik. Hal-hal yang
harus diperhatikan dalam ekspresi wajah:
·
Melakukan kontak mata langsung yang
disertai senyum simpul
·
Melakukan tegur sapa, salam dan
senyum.
·
Menunjukkan ekspresi yang penuh
perhatian
·
Usahakan tidak memotong pembicaraan
·
Jangan sekali-kali memperlihatkan muka
cemberut dan mulut mencibir
2)
Pelayanan pelanggan dengan berpikir
positif
Berpikir positif
adalah pola berpikir yang sehat, logis, intelektual dan masuk akal serta tidak
dipengaruhi oleh prasangka buruk. Untuk memelihara berpikir positif dalam
melayani pelanggan ada tiga hal yang perlu diperhatikan:
a)
Melayani pelanggan dengan penuh rasa
hormat
(1)
Berikan sapaan kepada setiap pelanggan
yang datang dengan sikap yang ramah dan penuh hormat
(2)
Segera bertanya tentang kebutuhan atau
keperluan pelanggan
(3)
Dengarkan dengan baik tentang apa yang
disampaikan oleh pelanggan, siapkan catatan untuk mencatat kebutuhan pelanggan
(4)
Bersikap yang sabar
b)
Menghindari sikap apriori terhadap
pelanggan
Sikap apriori
adalah sikap berprasangka buruk terhadap perilaku orang lain sebelum mengetahui
bagaiman sebenarnya orang tersebut. Cara menghindari sikap apriori:
(1)
Selalu tersenyum jika melayani
tamu/pelanggan
(2)
Ekspresikan sikap yang wajar dengan
sopan dan ramah
(3)
Segera berikan informasi yang benar
(4)
Apabila ada permintaan pelanggan yang
tidak bisa dipenuhi, segera atasi dengan bijaksana
(5)
Jangan biarkan tamu/pelanggan menunggu
terlalu lama
(6)
Pelanggan adalah “raja yang harus
diperhatikan dengan benar”. Jadi para petugas pelayanan harus memperhatikan
sungguh-sungguh setiap ucapan dan pendapat pelanggan
c)
Tidak mencari/memanfaatkan kelemahan
pelanggan
(1)
Selalu bersikap jujur
(2)
Berusaha menimbulkan kepercayaan
(3)
Selalu meningkatkan kualitas para
petugas pelayanan
(4)
Bertindak rasional dan profesional
(5)
Bersikap bijaksana untuk tidak menjual
barang imitasi dan menjual barang yang kadaluarsa
3)
Pelayanan pelanggan dengan sikap
menghargai
Sikap menghargai
pelanggan adalah sikap memanusiakan dan menempatkan diri pelanggan sebagai
orang yang paling penting. Hal-hal yang dapat dilakukan untuk mewujudkan sikap
menghargai pelanggan adalah:
a)
Jangan sekali-kali membeda-bedakan
pelanggan
b)
Bersikap hormat, ramah dan gunakan
tutur kata yang baik dan santun
c)
Setiap menghadapi tamu/pelanggan,
pergunakanlah istilah 3S, Senyum, sapa, dan salam
d)
Selalu menjaga perasaan pelanggan dan
berbicara jujur
e)
Sigap, tegas, cekatan dalam membantu
keinginan pelanggan. jangan sampai pelanggan menunggu terlalu lama
f)
Selalu tenang dan sabar dalam
memberikan segala informasi kepada pelanggan
b.
Pelayanan prima berdasarkan konsep
perhatian (attention)
Perhatian atau
atensi adalah sikap yang menunjukkan kepedulian atau minat seseorang terhadap
sesuatu, biasanya muncul dari ketertarikan dan dorongan hati, karena pengaruh
situasi yang dihadapinya. Konsep perhatian mencakup tiga hal: Listening,
Observing dan Thinking.
1)
Mendengarkan dan memahami kebutuhan
pelanggan (listening)
Beberapa hal yang
harus diperhatikan dalam mendengarkan:
·
Bersikap baik dan ramah pada saat
bertemu pelanggan
·
Pada saat pelanggan berbicara, simak
dan perhatikan baik-baik
·
Hindari perdebatan dengan pelanggan
·
Perhatikan baik-baik dan catat dengan
cermat dan tepat apa saja yang dibutuhkan
·
Berikan informasi yang jujur mengenai
kondisi barang
·
Dengarkan dengan sabar dan tampung
semua keluhan pelanggan
2)
Mengamati perilaku pelanggan
Kegiatan
pengamatan dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai pelanggan melalui
ekspresi wajah, gerakan tangan dan kepala, sorot mata dan sebagainya.
Perilaku
pelanggan erat kaitannya dengan strata sosial pelanggan, tingkat pendidikan,
sifat, watak, dan asal daerah pelanggan.
Berikut ini
beberapa perilaku pelanggan yang dipengaruhi oleh bentuk tubuh menurut Ernest
Kretschmer (1925)
a)
Pelanggan tipe piknis
Ciri-ciri:
·
Bentuk tubuh/badan bulat agak pendek
·
Muka/wajah bulat lebar
·
Bersifat tenang, ramah, suka
berbicara, dan humoris
Cara
menghadapinya:
·
Petugas penjualan harus memperhatikan
suasana hatinya
·
Layani pelanggan dengan bercakap-cakap
jika pelanggan menginginkannya
·
Hindari perdebatan atau bersikap
konfrontasi
b)
Pelanggan tipe leptosom
Ciri-ciri:
·
Bentuk tubuh agak kecil dan lemah
·
Bahu tampak kecil dan anggota badan
lainnya kurus panjang
·
Bersifat sombong, sok intelek dan sok
idealis
Cara
menghadapinya;
·
Menghormati pelanggan layaknya seorang
raja
·
Bersikap sabar, penuh perhatian, penuh
hormat, dan bijaksana
·
Turuti saja kemauan dan perintahnya
c)
Pelanggan tipe atletis
·
Bentuk tubuh kokoh dan berotot
·
Pundak lebar, pinggul berisi, dan
anggota badan lainnya panjang
·
Muka/wajah berbentuk bulat lonjong
·
Penampilan tenang, jarang humor, dan
tidak cepat percaya pada orang lain
Cara
menghadapinya:
·
Hindari perdebatan yang tidak
bermanfaat
·
Berikan kesan seolah-olah pelanggan
adalah orang yang baik dan cerdas
·
Tetap tenang dan hindari sikap
terburu-buru
·
Tetap sabar dalam melayaninya
Selain
pengelompokkan pelanggan berdasarkan bentuk tubuh ada pula pengelompokan
pelanggan berdasarkan tipe-tipe angkuh, curiga, pembantah, gugup, banyak
bicara, pendiam, ragu-ragu, laki-laki, wanita, remaja dan lanjut usia.
3)
Berpikir (Thinking)
Menurut KBBI,
berpikir adalah menggunakan akal budi untuk mempertimbangkan dan memutuskan
sesuatu. Setelah anda memperoleh informasi dari pelanggan yang diperoleh ketika
mendengarkan kebutuhan dan mengamati perilakunya. Anda harus segera memikirkan
tindakan yang tepat terhadap pelanggan.
4)
Mencurahkan perhatian penuh kepada
pelanggan
Ada beberapa cara
untuk mencurahkan perhatian secara penuh kepada pelanggan, yaitu:
·
Melaksanakan komitmen untuk fokus
melayani pelanggan
·
Selalu menempatkan pelanggan sebagai
mitra yang sejaar dengan perusahaan sehingga kedua belah pihak selalu berupaya
optimal
·
Mengenali apa yang menjadi kebutuhan
pelanggan
·
Menampung kebutuhan pelanggan
·
Memanfaatkan informasi yang diperoleh
dari pelanggan
·
Selalu melakukan penyempurnaan produk
·
Memperlakukan karyawan sebagai kolega
ataupun pelanggan
Hal-hal
yang harus diperhatikan jika anda ingin menjadi seorang pengusaha yang sukses
berdasarkan konsep mencurahkan perhatian kepada pelanggan diantaranya:
·
Jadilah pendengar yang baik
·
Amati perilaku pelanggan
·
Pikirkan tindakan yang tepat terhadap
pelanggan
·
Curahkan perhatian secara penuh
c.
Pelayanan prima berdasarkan konsep
tindakan (action)
Merupakan
rangkaian perbuatan nyata yang dilakukan untuk memberikan pelayanan terbaik
dalam rangka meyakinkan pelanggan. Tujuannya adalah untuk memberikan pelayanan
yang terbaik bagi pelanggan, sehingga harapan pelanggan dapat tercapai.
Beberapa konsep
tindakan nyata pelayanan bagi pelanggan yang perlu dilakukan adalah sebagai
berikut:
1)
Mencatat pesanan pelanggan
2)
Mencatat kebutuhan pelanggan
Mencakup objek si
pelanggan yaitu:
a)
Sifat dan tingkat konsumsi, mencakup:
·
Jenis pelayanan apa saja yang palig
disukai pelanggan
·
Apakah pelanggan lebih menyukai batang
tahan lama atau barang tidak tahan lama
·
Apakah barang yang dipesan pelanggan
banyak atau sedikit
b)
Kebiasaan, mencakup:
·
Barang-barang apa saja yang sering dan
kadang dibeli
·
Apa jenis merek/kualitas, atau harga
barang
·
Ada atau tidakkah pelanggan yang hanya
menginginkan barang bersifat khusus
c)
Kapan pelanggan mengkonsumsi
Kapan pelanggan
mengkonsumsi barangnya mencakup:
·
Kapan pelanggan memperbaiki atau
mengganti barangnya
·
Kapan pelanggan membeli/mengkonsumsi
produk-produk tertentu
3)
Menegaskan kembali kebutuhan pelanggan
Penegasan kembali
kebutuhan pelanggan biasanya menyangkut hal-hal berikut ini:
a)
Apakah merek dan jumlah barang yang
dipesan sesuai dengan keinginan pelanggan
b)
Kapan waktu pengiriman barang
c)
Bagaimana cara pembungkusan dan
pengepakkan barang
d)
Bagaimana cara pembayarannya
e)
Siapa yang menanggung ongkos angkut,
apakah penjual atau pembeli
4)
Mewujudkan kebutuhan pelanggan
Manfaat yang
diperoleh jika berhasil mewujudkan kebutuhan pelanggan antara lain;
·
Menambah pelanggan baru
·
Menambah pelanggan tetap
·
Menambah jumlah penjualan
Kebutuhan-kebutuhan
yang sering diharapkan pelanggan:
·
Kebutuhan terhadap potongan harga
·
Kebutuhan terhadap penurunan harga
·
Kebutuhan akan persediaan barang yang
harus selalu ada
·
Kebutuhan terhadap barang baru, bentuk
dan ukuran baru.
5)
Memberikan layanan purna jual (after
sales service)
Layanan purna
jual adalah pelayanan atau bonus service yang diberikan setelah terjadi
transaksi jual beli barang. Tujuanya adalah sebagai rasa tanggung jawab penjual
mengenai kualitas barang yang dijual.
6)
Mengucapkan terima kasih dengan
harapan pelanggan akan kembli
5.
Indikator ketidakpuasan pelanggan
a.
Mengenali keluhan pelanggan
Manfaat mengenali
keluan pelanggan:
1)
Perusahaan dapat mengetahui dan
mengidentifikasi bagian-bagian mana dalam perusahaan yang perlu perbaikan
2)
Keluhan pelanggan merupakan kesempatan
kedua bagi perusahaan untuk memberikan pelayanandan kepuasan lebih baik
3)
Merupakan peluang yang luar biasa bagi
perusahaan untuk memperkuat loyalitas pelanggan
b.
Menangani keluhan pelanggan
Caranya:
1)
Mendengarkan dengan sabar dan penuh
perhatian
2)
Bila diperlukan, catat semua keluhan
pelanggan
3)
Adakalanya pelanggan marah saat
menyampaikan keluhan, petugas harus mampu menahan diri
4)
Hindari berdebat dengan pelanggan dan
jangan sekali-kali menyalahkan pelanggan
5)
Apabila pelanggan terus menerus marah,
usahakan membujuk pelanggan untuk pindah ke tempat lain, agar pelanggan lain
tidak mendengar
6)
Tanggapi dengan baik keluhan pelanggan
7)
Berikan rasa simpatik dan ikut
merasakan keluhan yang dialami pelanggan
8)
Segera katakan kepada pelanggan akan
diusahakan secepatnya
9)
Sampaikan terima kasih atas keluhan
pelanggan
c.
Mengatasi permintaan pelanggan yang
tidak dapat dipenuhi
Cara-cara yang
dapat dilakukan:
1)
sampaikan secara langsung dengan sopan
dan hati-hati
2)
Berikan solusi atau pilihan lain ika
memang ada pilihan lain
d.
Menghadapi pelayanan yang tertunda
Yang harus
dilakukan ketika pelayanan tertunda:
1)
Berikan alasan yang jelas tentang
tertundanya pelayanan
2)
Segera sampaikan permohonan maaf
3)
Jika pelanggan mulai mengeluh,
dengarkan keluhannya
B. Konsep-Konsep Harapan Pelanggan
1.
Pengertian pelanggan
Berikut
dibawah ini pengertian pelanggan yaitu:
a.
Orang-orang atau instansi/lembaga yang
membeli dan menggunakan suatu produk secara rutin atau terus menerus
b.
Orang-orang yang berhubungan secara
langsung atau tidak langsung dengan perusahaan-perusahaan bisnis
c.
Pengguna barang/jasa yang melakukan
pembelian lebih dari satu kali
d.
Mitra bisnis yang sudah lama bekerja
sama dengan perusahaan
e.
Bagian yang sangat penting bagi usaha
anda
f.
Pelanggan adalah raja. Maka anda harus
selalu menjaga hubungan baik, karena pelangganlah usaha anda dapat berkembang
g.
Pembeli yang setia dengan produk anda
2.
Pengelompokan pelanggan
a.
Pelanggan internal (Internal customer)
Orang-orang
didalam perusahaan yang menggunakan produk dan menjadi pelanggan dari produk
yang dihasilkan oleh perusahaan itu sendiri
b.
Pelanggan eksternal (External
customer)
Pelanggan yang
berasal dari luar perusahaan yang membeli dan menggunakan barnag/jasa yang
dihasilkan oleh suatu perusahaan
3.
Jenis-jenis harapan/kebutuhan
pelanggan
a.
Harapan pelanggan internal
·
Selalu menginginkan kebersamaan dan
kerja sama yang solid antara sesama karyawan
·
Sistem dan prosedur kerja yang efisien
·
Struktur organisasi yang jelas sesuai
dengan pekerjaan masing-masing
·
Mampu menghasilkan kualitas kerja yang
baik sesuai dengan harapan pimpinan
·
Memperoleh imbalan yang sesuai dengan
tingkat pendidikan dan sesuai dengan standar upah minimum yang ditentukan
pemerintah
b.
Harapan pelanggan eksternal
·
Barang dan jasa selalu tersedia
·
Mendapatkan kemudahan dalam memperoleh
barang/jasa yang diperlukan
·
Harga barang terjangkau
·
Tersedia banyak pilihan
·
Penjual senantiasa jujur dalam
memberikan informasi mengenai kondisi barang/jasa yang akan dijual
·
Mendapatkan potongan harga
·
Mendapatkan pelayanan purna ual (after
sales service)
·
Tidak ada penundaan dalam pengiriman
atau pembelian barang
·
Tempat berbelanja yang aman dan nyaman
C. Memahami Kode Etik dan Aspek Hukum Dalam Kegiatan Kehumasan
1.
Pengertian kode etik
Kode
etik adalah aturan susila, sikap baik/pantas yang ditetapkan bersama dalam
suatu kelompok orang dan ditaati bersama orang-orang yang bergabung dalam
organisasi profesi tersebut.
2.
Fungsi kode etik
a.
Sebagai nilai bagi para pelaku bisnis
agar tercipta iklim yang kondusif, produktif, saling percaya, hubungan yang
dilandasi oleh kasih, dan kondisi yang saling menguntungkan (win-win solution).
b.
Rambu-rambu yang memagari sikap
perilaku para profesional agar mempunyai pola tindakan yang etis
c.
Menciptakan rasa aman, menjamin
kejujuran (transparansi) dalam batas-batas tertentu yang berkaitan dengan
rahasia perusahaan
3.
Tujuan kode etik
a.
Agar para profesional dapat bekerja
dengan baik sesuai dengan disiplin ilmunya dan dapat memberikan jasa
sebaik-baiknya kepada masyarakat yang membutuhkan.
b.
Agar para profesional selalu taat
terhadap aturan profesinya
c.
Agar para profesional selalu menjaga
nama baik dan citra dirinya sebagai seseorang yang profesional
4.
Pengertian humas
Humas
(Hubungan masyarakat) sering disebut juga dengan istilah PRO (Public Relation
Officers). Humas terdiri dari dua kata yaitu hubungan dan masyarakat. Hubungan
menurut KBBI artinya jaringan sosial yang terwujud karena ada interaksi antara
individu tertentu, sedangkan masyarakat adalah sejumlah manusia dalam arti
seluas-luasnya dan terikat oleh suatu kebudayaan yang dianggap sama. Jadi
kesimpulan dari humas adalah suatu bentuk interaksi yang dilakukan oleh suatu
organisasi/perusahaan dengan masyarakat tertentu, yang mempunyai kepentingan
dengan organisasi/perusahaan tersebut.
5.
Kode etik kehumasan
Kode
etik kehumasan yang ada di Indonesia diantaranya:
·
Dijiwai oleh Pancasila maupun UUD 1945
sebagai landasan tata kehidupan nasional
·
Diilhami oleh piagam PBB sebagai
landasan tata kehidupan internasional
·
Berpedoman pada cita-cita, keinginan
dan tekad untuk mengamati sikap dan perilaku kehumasan secara profesional
6.
Aspek hukum komunikasi dalam kegiatan
kehumasan
Aspek
hukum komunikasi dalam kegiatan kehumasan ada kaitannya dengan dua hukum
penghinaan (defamation). Untuk penjelasan lebih lanjut, simak uraian berikut:
a.
The law of fiber, yaitu
pelanggaran/penghinaan atau pelecehan yang bersifat tertulis (written
defamation), melakukan fitnah atau kebohongan dengan menggunakan media cetak
gambar dan bentuk tulisan 9druks pers misdrijven0 yang disebarkan ke publik.
b.
The law of slander, yaitu
pelanggaran/penghinaan atau pelecehan yang bersifat lisan, ucapan pernyataan
(defamation statements). Pelanggaran ini merupakan slip of the tongue (kelahan
berbicara).
7.
Ruang lingkup hubungan masyarakat
a.
Humas dengan seluruh karyawan
b.
Humas dengan pemegang saham
c.
Humas dengan pelanggan
d.
Humas dengan para distributor
e.
Humas dengan hubungan yang seenis
f.
Humas dengan masyarakat sekitar
g.
Hubumas dengan media massa / pers
8.
Tujuan hubungan masyarakat
a.
Mempengaruhi pendapat masyarakat
terhadap organisasi
b.
Mempengaruhi sikap dan tingkah laku
masyarakat
c.
Untuk mendapatkan penerimaan dan
pengertian dari publik tentang segala sesuatu yang dilakukan oleh organisasi
9.
Fungsi hubungan masyarakat
a.
Membina dan mengembangkan hubungan
baik yang saling menguntungkan antar organisasi/perusahaan dengan
publik/berbagai pihak
b.
Menanamkan rasa kepercayaan dan
pengertian dan meningkatkan citra perusahaan di masyarakat umm
c.
Menciptakan opini publik yang bisa
diterima dan menguntungkan semua pihak
d.
Menciptakan warna, budaya dan suasana
yang kondusif dan menyenangkan di lingkungan perusahaan, sehingga kinerja
karyawan meningkat dan produktivitas kerja dapat dicapai optimal
e.
Menciptakan hubungan yang harmonis
antara organisasi/perusahaan dengan publik secara internal maupun eksternal
10.
Tugas pejabat humas
a.
Menyampaikan berbagai informasi atau ide
yang berhubungan dengan organisasi/perusahaan mengenai tujuan, peranan dan
kebijakan organisasi perusahaan atau segala kegiatan yang dilakukan oleh
organisasi kepada pihak-pihak yang membutuhkan
b.
Memberikan saran dan pendapat kepada
pimpinan mengenai mengenai kebijakan dan rencana kegiatan yang berhubungan
dengan masyarakat
c.
Memperlancar komunikasi dengan
melakukan hal-hal berikut:
·
Mengumpulkan berbagai fakta yang
berhubungan dengan perusahaan, kemudian memprosesnya menjadi sumber informasi
bagi perusahaan
·
Menyebarluaskan informasi yang
berhubungan dengan perusahaan/organisasi publik melalui berbagai media yang
sesuai
Dalam
melaksanakan tugasnya seorang petugas humas memperhatikan hal-hal berikut:
a.
Memberikan informasi yang lengkap,
sesuai dengan data dan fakta, tepat waktu dan tempatnya
b.
Menyampaikan informasi dengan tegas
dan meyakinkan, serta menggunakan metode, cara dan bahasa yang disesuaikan
dengan keadaan
c.
Membina dan memelihara hubungan dan
komunikasi sosial yang baik dengan lingkungan sekitar
d.
Melaksanakan tugas secara tuntas dan
profesional (tidak mengedepankan emosi atau perasaan pribadi)
e.
Menunjukan ide-ide yang kreatif dan
inovatif
f.
Memelihara dan menjaga kepercayaan
yang diberikan pimpinan perusahaan/organisasi maupun kepercayaan yang diberikan
oleh masyarakat
g.
Menjaga nama baik dan citra
perusahaan/organisasi
h.
Tidak memberikan pernyataan yang dapat
memancing kekisruhan
Dalam
kegiatan sehari-hari tugas pejabat humas mempunyai ancaman hukuman pidana ika
melakukan perbuatan-perbuatan berikut ini:
a.
Melakukan yang sebenarnya dapat
dihindari
b.
Melakukan perbuatan yang melanggar
etika dan hukum
c.
Melakukan perbuatan yang telah
dilarang
d.
Melakukan perbuatan yang berunsur
kesengajaan/kealpaan
e.
Melakukan perbuatan yang menyebabkan
seseorang merasa dirugikan, dilecehkan, dan dihina
f.
Melakukan perbuatan dengan tujuan dan
niat yang tidak baik
11.
Sikap dalam bekerja
Saat
bekerja dalam tim harus memperhatikan sikap yang baik terhadap semua pihak,
baik atasan, rekan kerja dan bawahan. Berikut diuraikan cara-cara bersikap
terhadap atasan, rekan kerja dan bawahan
a.
Sikap karyawan terhadap atasan
·
Mengerakan semua tugas yang menjadi
tanggung awab
·
Tidak bersikap mencari muka dengan
mengorbankan teman sekerja
·
Tidak mengambil kebijakan yang
melampaui wewenang atasan dalam hal membuat keputusan
·
Berusaha agar atasan selalu memperoleh
informasi yang benar
·
Menunjukkan kerja sama yang baik,
jujur, dan penuh pengabdian
·
Menghargai tanggung jawab, wewenang
dan kebijakan atasan
b.
Sikap karyawan terhadap rekan kerja
·
Bersikap baik dan bersahabat dalam
melaksanakan koordinasi dengan berbagai pihak
·
Menghindari ucapan atau kata-kata yang
tidak sopan
·
Menghindari sikap dan ucapan yang
bernada bermusuha
·
Menjauhi sikap berprasangka buruk
terhadap atasa, rekan kerja dan bawahan
·
Tidak membicarakan kelemahan atasan,
rekan kerja dan bawahan di depan umum
c.
Sikap karyawan terhadap bawahan
·
Bersikap ujur
·
Tidak menjanjikan hal-hal yang tidak
mungkin tidap dapat dipenuhi, karena dapat mengakibatkan kekecewaan
·
Tidak mengkhianati kepercayaan yang
diberikan oleh bawahan
·
Bersikap bijaksana dalam mengambil
keputusan
·
Bersikap terbuka dan transparan
menerima/menampung pengaduan dan keluhan
MODUL 3
MEMELIHARA STANDAR PRESENTASI PRIBADI
A. Pentingnya Grooming dalam Penampilan Prima
Grooming berasal
dari bahasa Inggris, yang berarti perawatan atau pemeliharaan. Sedangkan
pengertian penampilan (appearance) adalah citra diri yang terpancar dari diri
seseorang yang dapat dilihat dari penampilan secara keseluruhan. Penampilan
yang menarik selain harus didukung oleh penampilan luar, juga harus didukung
dari dalam diri.
Hal-hal yang
harus diperhatikan agar dapat tampil menarik:
1.
Kesehatan Tubuh
a.
Makan makanan bergizi
b.
Olahraga
c.
Istirahat yang cukup
2.
Perawatan anggota tubuh
a.
Perawatan rambut
b.
Perawatan mata
c.
Perawatan gigi
d.
Perawatan wajah/muka
e.
Perawatan kulit
f.
Tangan dan kaki
g.
Napas tidak sedap dan bau badan
h.
Kuku
3.
Busana kerja dan aksesori
Kegunaan
berbusana, antara lain sebagai berikut:
a.
Pelindung kulit/badan dari cuaca
dingin dan panas
b.
Sebagai alat/sarana penunjang
penampilan
c.
Menyembunyikan bagian tubuh yang
kurang baik dan menonjolkan bagian tubuh yag bagusan
d.
Menutupi bentuk tubuh yang pendek,
gemuk, tinggi, kurus dan sebagainya
Berbusana harus
berprinsip pada beberapa hal, yaitu:
SE Ã
Sepadan/Sesuai
RAÃ Rapi
SI Ã
Sikap
Sepadan/Sesuai
dengan:
a.
Bentuk tubuh
b.
Usia
c.
Waktu (Pagi, siang, sore atau malam)
d.
Tempat
e.
Anggaran
Rapi,
maksudnya:
a.
Bersih dari noda-noda kotoran,
make-up, makanan, keringat dan parfum
b.
Tidak terlihat lusuh, lecek, atau
kusam
c.
Tidak robek/berlubang atau ada
beberapa jahitan yang lepas
d.
Tidak terdapat benang-benang yang
lepas
e.
Tidak ada kancing yang lepas atau
hilang
f.
Tidak terlalu longgar, ketat, pendek,
panjang, atau lebar
g.
Tidak berbau apek
h.
Tidak dijumpai garis-garis atau
bayangan pakaian dalam
Sikap,
yaitu:
a.
Pribadi si pemakai
b.
Gaya penampilan pribadi
Dari
hal-hal tersebut, agar Anda dapat berbusana sesuai dengan situasi dan kondisi
serta gendernya, perhatikan busana kerja yang lazim digunakan berikut ini:
1)
Busana kantor untuk wanita, sebaiknya;
a)
Gaun terusan dengan blazer
b)
Rok span dengan blus gaya kemeja
c)
Rok span, celana panjang, blus dan
blazer yang terkesan sportif dan feminim
d)
Pemakaian jilbab, rok panjang sebatas
mata kaki, tidak menyentuh lantai, dan jilbab sebaiknya yang berkesan modis
2)
Busana kantor untuk pria sebaiknya:
a)
Kemeja lengan panjang
b)
Dasi
c)
Celana panjang
d)
Ikat pinggang
e)
Kaos kaki
f)
Sepatu
g)
Arloji jam tangan
h)
Jas
4.
Cara berbicara
Hal-hal
yang harus diperhatikan dalam berbicara;
a.
Tidak bersifat ceroboh
b.
Tidak menyinggung perasaan orang lain
c.
Tidak memperbincangkan masalah pribadi
d.
Tidak gemar memuji diri sendiri
e.
Menghindari gosip
f.
Tidak memotong pembicaraan
g.
Tidak membesarkan persoalan yang
sepele
5.
Cara mendengarkan
Mendengarkan
orang lain yang sedang berbicara merupakan bentuk menghargai orang lain. Jika
ingin dihargai orang lain, maka hargailah orang lain terlebih dahulu.
6.
Cara duduk
Hal-hal
yang harus diperhatikan dalam cara duduk, diantaranya:
a.
Atur badan sedemikian rupa agar tidak
merasa pegal, lelah, dan bosan
b.
Hilangkan kebiasaan menggetar-getarkan
kaki
c.
Khusus untuk wanita, jaga agar lutut
tetap berdekatan
d.
Jangan duduk melorot ke bawah dengan
kepala bersandar
e.
Menyilangkan kaki karena lelah duduk,
dapat dilakukan, namun tetap memperhatikan kesopanan
7.
Cara berjalan
a.
Tunjukkan ekspresi tanda rasa percaya
diri
b.
Tidak menyeret-nyeret sepatu
c.
Jaga keseimbangan badan, usahakan
berjalan tidak dibuat-buat dan tidak menunduk, atau menengadah
d.
Keluar masuk ruangan, wanita
mendahului pria
e.
Menggunakan tangga eskalator, ketika
naik, pria terlebih dahulu, kemudian sebaliknya, ketika turun, wanita terlebih
dahulu disusul pria.
B. Kekuatan Kepribadian
1.
Pengertian Kepribadian
Dalam
bahasa Inggris kata kepribadian disebut personality, , sedangkan dalam bahasa
latin disebut persona. Berikut ini beberapa pengertian kepribadian menurut
pendapat para ahli, yaitu:
a.
George Kelly, memandang kepribadian
sebagai cara unik dari individu dalam mengartikan pengalaman-pengalaman
hidupnya
b.
Gordon Allport, merumuskan kepribadian
sebagai “sesuatu’ yang terdapat dalam diri
c.
Sigmund Freud
(sarjana Psikologi Jerman), menyebutkan bahwa kepribadian (jiwa) dibentuk oleh
tiga kekuatan, yaitu id (each), super ego (uber ich), dan ego
(ich).
d.
Drs. Suparman Sumahamijaya, M.A,
M.Sc., merumuskan kepribadian sebagai keseluruhan dari sifat-sifat jasmani,
pikiran, watak dan iwa seseorang serta sesuatu yang membedakan seseorang dari
orang lain.
Dari
beberapa pendapat di atas dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
a.
Kepribadian dipandang sebagai penentu
atau pengarah tingkah laku
b.
Kepribadian dipandang sebagai sesuatu
yang unik atau khas pada diri setiap orang
c.
Kepribadian seseorang dapat ditentukan
dan dipengaruhi oleh faktor-faktor bawaan (faktor genetik/biologis) dan
lingkungan (pengalaman-pengalaman sosial dan perubahan lingkungan)
2.
Aspek Kepribadian
Aspek
yang dijadikan standar atau ukuran untuk mengetahui dan mengembangkan jati diri
seseorang, yaitu:
a.
Pengetahuan
1)
Memiliki pengetahuan/wawasan yang luas
2)
Gemar membaca
3)
Memiliki keinginan untuk mengerti
segala persoalan lebih dalam lagi
4)
Mencari informasi dari ensiklopedia,
perpustakaan, museum, internet, dan sebagainya
5)
Menghadiri forum seminar, dan
sebagainya
b.
Sikap/sifat individu
1)
Selalu mawas diri
2)
Mempunyai citra diri yang baik
3)
Menggunakan imajinasi untuk mengetahui
kebiasaan dan kecenderungan yang tidak diinginkan
c.
Sikap terhadap orang lain
1)
Mempunyai tenggang rasa, menghargai
orang lain, tidak egois (mementingkan diri sendiri)
2)
Mengakui bahwa martabar manusia sama
3)
Menghindari sikap yang negatif,
meremehkan/melanggar hak orang lain
4)
Dapat dipercaya dan mempunyai
toleransi kepada orang lain
5)
Bersedia memberi pujian dan menegur
serta meminta maaf
d.
Kecerdasan
1)
Memiliki Kecerdasan yang baik
2)
Mental yang baik dan disiplin yang
tinggi
3)
Menggunakan sistem sendiri waktu
belajar
e.
Penampilan
1)
Busana yang serasi
2)
Bersikap wajar, tidak over acting, dan
feminim/maskulin
3)
Ekspresi yang ramah dan mengundang
persahabatan
f.
Kesehatan
1)
Makan, olahraga, dan tidur yang cukup
2)
Pikiran tenang
3)
Mencari kesibukan dengan melakukan
kegemaran/hobi
g.
Pengendalian diri/emosi
1)
Tidak mudah dipengaruhi
2)
Menghilangkan prasangka buruk,
kecurigaan, ketakutan, pesimisme, rendah diri, dan iri hati
3)
Mengendalikan diri secara fisik
h.
Nilai/keyakinan
1)
Memiliki keberanian secara
fisik/psikis
2)
Menentukan tujuan dan cita-cita
3)
Tidak takut dan apatis menyongsong
hari depan
i.
Peranan/kedudukan
1)
Mempunyai peran/kedudukan
2)
Mempunyai manfaat untuk orang lain
3)
Berusaha secara sehat memperoleh
peranan dan kedudukan
3.
Tipe Kepribadian
a.
Sanguine (Extrovert feeling),
ciri-cirinya:
1)
Selalu bersikap optimis
2)
Tampak selalu gembira, bahagia, dan
suka bicara ceplas ceplos
3)
Terus terang, selalu mencari perhatian
dan selalu ingin populer
4)
Suka bersahabat dan menyenangi banyak
orang
5)
Suka mendominasi dalam berkomunikasi
dan selalu ingin didengar
6)
Suka membesar-besarkan berita dan basa
basi
7)
Mudah tersinggung
b.
Choleric (extrovert thinking),
ciri-cirinya:
1)
Disiplin, bekerja kerasm dan penuh
tanggung jawab
2)
Berkemauan keras
3)
Berani mengambil kepuusan dan
menanggung risiko
4)
Suka berdebat atau adu otak
5)
Cenderung menjadi pemimpin
c.
Melancholy (introvert thinking),
ciri-cirinya:
1)
Pemikir
2)
Tekun dalam bidang yang diminati
3)
Sistematis dan penuh analisis
4)
Kreatif dan memiliki bakat khusus
5)
Perasaannya peka dan sangat
berhati-hati
6)
Cita-cita tinggi
7)
Sering depresi jika menghadapi masalah
besar
d.
Phlegmatic (introvert thingking),
ciri-cirinya:
1)
Penuh pertimbangan
2)
Lebih suka menonton daripada melakukan
pekerjaan
3)
Kalem suka diajak ngobrol
4)
Konsisten, tenang, dan pandai
mengenalikan diri
5)
Simpatik dan ramah tamah
6)
Suka mementingkan diri sendiri
7)
Lambat dalam mengambil keputusan
4.
Faktor-Faktor Pembentuk Kepribadian
a.
Faktor Biologis
b.
Faktor kultural dan perabadan
c.
Faktor keluarga
d.
Faktor sosial dan lingkungan
5.
Kekuatan Pribadi (Personality Power)
Kekuatan
pribadi adalah kemampuan atau potensi diri yang dimiliki oleh seseorang, baik
yang dibawa sejak lahir (genetik) maupun yang diperoleh dari pengalaman dan
pelajaran yang masih terpendam di dalam dirinya, dan menunggu untuk diwujudkan
menjadi manfaat nyata dalam kehidupan manusia. Untuk dapat melihat kekuatan
pribadi seseorang dapat dilihat dari potensi yang dimiliki yaitu:
a.
Potensi fisik
1)
Penampilan fisik (cantik, tinggi,
gagah, atau sebaliknya)
2)
Kualitas indra ( kemampuan melihat,
mendengar, meraba, dll)
3)
Daya tahan tubuh (sehat, bugar, kuat,
dll)
b.
Potensi nonfisik
1)
Potensi intelektual (Intelligence
quotient/IQ)
2)
Kecerdasan emosional (Emotional
quotient/EQ), ciri-cirinya:
a)
Dapat memotivasi diri sendiri
a.
Tidak mudah stress dan frustasi
b.
Dapat mengatur dan mengendalikan
suasana hati
c.
Berempati dan berdoa
3)
Kecerdasan spiritual
a)
Tidak mudah putus asa (pantang
menyerah)
b)
Hidupnya penuh dengan harapan
c)
Mempunyai ketenangan hati
d)
Menganggap bahwa dirinya adalah milik
Tuhan
e)
Selalu berserah diri
4)
Kecerdasan sosial
a)
Mempunyai kepekaan sosial
b)
Mampu berkomunikasi dengan baik dengan
orang lain
c)
Mempunyai perasaan empati terhadap
orang lain
d)
Mempunyai pengertian/pemahaman terhada
orang lain
Selain
di atas, kekuatan pribadi uga berhubungan erat dengan bakat, minat, dan sikap
a.
Bakat (aptitude)
Bakat merupakan
karakteristik unik individu yang membuatnya mampu (tidak mampu) melakukan suatu
aktifitas dan tugasnya secara mudah 9atau sulit) dan sukses (atau tidak pernah
sukses).
Ada beberapa
jenis bakat, diantaranya:
1)
Numerikal (bakat dalam bentuk
angka-angka)
2)
Verbal (bakat dalam bentuk kata-kata)
3)
Skolastik (Bakat dalam bentuk kata dan
angka)
4)
Abstrak(pola, rancangan, diagram dan
posisi)
5)
Mekanik (Prinsip-prinsip umum IPA dan
mesin)
6)
Relasi ruang (Pengamatan)
7)
Bahasa (Penalaran bahasa)
8)
Kecepatan ketelitian klesikal (tulis
menulis)
Faktor
yang menentukan bakat seseorang yaitu:
1)
Keturunan
2)
Pendidikan dan latihan
b.
Minat
Berikut beberapa
pendapat ahli tentang bakat:
1)
Prof. Dr. H. Munandir, Seseorang yang
berminat pada suatu hal akan memberi perhatian, mencarinya, mengarahkan diri,
berusaha mencapai atau memperoleh sesuatu hal itu.
2)
Menurut CF. Kuder (1968), minat adalah
hasil belajar artinya minat dapat berubah-ubah sesuai dengan perkembangan
wawasan seseorang. Menurutnya, minat terdiri dari:
a)
Minat kegiatan luar (out door)
b)
Mekanikal
c)
Persuasif
d)
Ilmiah
e)
Artistik
f)
Musik
g)
Kesusastraan
h)
Sosial
i)
Klerikal
3)
JP. Guilford (1969), minat adalah
kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang bear terhadap
sesuatu. Minat terdiri dari:
a)
Minat profesional: Minat dalam
keilmuan, ekspresi seni dan kesejahteraan sosial
b)
Minat komersial: Minat pada pekerjaan
dunia usaha/ual beli, periklanan, kesekretariatan, akuntansi dan sebagainya
c)
Minat kegiatan fisik, yaitu minat
mekanik (tata kerja mesin0 dan kegiatan luar (out door)
c.
Sikap
Menurut Prof. Dr.
Mar’at, sikap adalah kesiapan, kesediaan untuk bertindak. Dr. Gerungan
berpendapat bahwa sikap adalah kesediaan beraksi terhadap suatu hal. Sedangkan
Hurbert Bonner, sikap adalah respons implisit untuk melakukan kegiatan menuju
ke atau menjauh dari seseoran atau nilai sosial. Ciri-ciri sikap:
1)
Bukan pembawaan manusia sejak lahir
2)
Dapat berubah sebagai hasil interaksi
3)
Tidak berdiri sendiri
4)
Bersangkutan dengan dimensi waktu
5)
Tidak menghilang walaupun kebutuhan
sudah dipenuhi
6)
Mengandung faktor-faktor motivasi dan
emosi
6.
Mengevaluasi Kekuatan Pribadi
Alasan
seseorang perlu mengevaluasi diri adalah:
a.
Untuk mengetahui posisi saat ini
b.
Agar menemukan momentum yang tepat
untuk memacu diri
c.
Untuk memetik hikmah dan
mengantisipasi keadaan
Hal-hal
yang perlu diperhatikan dalam mengevaluasi diri:
a.
Bakat minat dan sikap
b.
Gaya komunikasi
c.
Sikap terhadap lingkungan sosial
d.
Kinerja
e.
Kepemimpinan
f.
Pola pikir
g.
Emosi
h.
Daya tahan mental
7.
Memanfaatkan kekuatan pribadi
Cara
memanfaatkan kekuatan pribadi:
a.
Mewujudkan sosok pribadi yang utuh
kokoh, dan mencerminkan keteladanan
b.
Memiliki prinsip atau acuan-acuan
perilaku yang kuat
c.
Tidak mudah terpengaruh oleh
ajakan-ajakan atau dorongan-dorongan yang sifatnya sesaat dan bisa menyesatkan
d.
Berdisiplin, konsekuen, dan konsisten
dalam berbuat
e.
Mampu mengendalikan dan menjaga
stabilitas emosi
f.
Menggunakan agama sebagai acuan moral
g.
Memiliki kesediaan dan kemauan untuk
mengubah dan menginstrospeksi diri
h.
Mendengarkan secara ikhlas kritikan
dan saran dari orang lain
i.
Mampu mengaktualisasikan diri
j.
Mampu melihat secara objektif
k.
Memiliki pandangan hidup yang dapat
membawa tindakannya
l.
Menghargai orang lain karena memiliki
perasaan dasar memberi perhatian
m.
Terbuka terhadap pengalaman-pengalaman
baru
n.
Memiliki rasa humor tanpa harus menyakiti
ati orang lain
8.
Membangkitkan kekuatan pribadi
Menurut
Sujanto, dkk., pribadi manusia tumbuh dari dua kekuatan pribadi, yaitu:
a.
Kekuatan dari dalam yang berwuud fisik
dan psikis
b.
Kekuatan dari luar
C. Etika, Moral, dan Etiket (Tata Krama)
1.
Pengertian etika, moral dan etiket
Etika
berasal dari kata latin “Ethicus”, dalam bahasa Yunani disebut “Ethicos”
2.
Etika profesi
3.
Penerapan etiket
D. Bahasa Tubuh
E. Komunikasi Nonverbal
F. Jamuan Bisnis dan Table Manner
MODUL 4
BEKERJA DALAM SATU TIM
A. Pengertian Bekerja dalam Satu Tim
B. Prinsip-Prinsip Bekerja dalam Satu Tim
C. Tujuan Bekerja dalam Satu Tim
D. Manfaat Bekerja dalam Satu Tim
E. Tugas dan Tanggung Jawab dalam Tim
F. Tahapan Perkembangan Tim
G. Karakter Budaya Kerja dalam Tim
H. Bentuk-Bentuk Tanggung Jawab Masing-Masing Tim
I.
Hubungan Internasional Vertikal-Horizontal
J.
Arti dan Manfaat Hubungan Antarpribadi
(Interpersonal Relationship)
K. Pengembangan Profesionalisme Kerja
DAFTAR PUSTAKA
Endang R, Mulyani, dkk. 2009. Modul Bekerja sama dengan Kolega dan
Pelanggan Jilid 1. Jakarta: Erlangga
Endang R, Mulyani, dkk. 2009. Modul Bekerja sama dengan Kolega dan
Pelanggan Jilid 2. Jakarta: Erlangga
Honiatri, Euis. 2010. Mengaplikasikan Ketrampilan Dasar Komunikasi.Bandung. CV Armico
Rahmawati, Ririn. 2011. Modul Bekerja Sama dengan
Kolega dan Pelanggan [Online]. Tersedia:http://ririenrahmawati.wordpress.com/2010/06/28/modul/
[26 Oktober 2011]
Setiawan, A. Jhudie. 2011. Customer Retention
Marketing. [Online] Tersedia: http://pksm.mercubuana.ac.id/
[27 Oktober 2011]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar